KAMUS HUKUM LATIN-INDONESIA

A-F (click disini)

G

Gabulus denariorum, uang tunai
Gardianus, wali/pengampu
Generale dictum generaliter est interpretandum, pernyataan yang umum tidak mengandung makna yang pasti
Generalia verba sunt generaliter intelligenda, kalimat yang umum harus dimengerti secara umum pula
Geniculum, derajat kaitan dalam keluarga
Gentes, rakyat/warga
Gersumarius, tindakan yang bisa dikenakan denda
Gestio pro hedere, bertingkah laku seperti ahliwaris
Glossa viperina est quae corrodit viscera textus, kata-kata beracun yang memutar balikkan teks asli
Grammatika falsa non fitiat chartam, kekeliruan bahasa tidak membuat cacat dokumen
Gratiam facere, mengampuni kesalahan
Gravius quid accidat, hal-hal yang tidak berkenan harap dimaafkan

H

Habere, memiliki
Habeto tibi res tuas, hak untuk bercerai
Hacienda, harta milik diatas tanah
Hanc veniam petimusque damusque vicissim, hukum ini juga berlaku untuk kita, jadi kita tunggu giliran
Hec est conventio, inilah suatu perjanjian (mukadimah)
Hec est finalia concordia, inilah kesepakatan terakhir
Hec non sunt in manu nostra, hal itu diluar kewenangan kami
Hereditatis damnosa, penerima waris yang wajib bayar hutang almarhum
Hereditatis petitio, tuntutan hak oleh ahliwaris
Heres rectus, ahli waris yang sah
Hoc erat in votis, itulah salah satu permintaan saya
Hoc paratus est verificare, dengan demikian dia telah membenarkannya
Hocus pocus, tabiat menipu
Homicidium ex necessitate, pembunuhan karena terpaksa
Hominum causa jus constitutum est, Hukum diciptakan demi kesejahteraan manusia
Honeste vivere, orang terhormat
Hora, jam
h.l.q.c., horo locoque, pada waktu dan tempat biasa
h.t.,hoc tempore, sekarang

I

i.e., id est, yaitu
Ignorantia facti, ketidaktahuan mengenai fakta
Ignorantia legis, ketidaktahuan mengenai hukum
Illicitus, tidak diperkenankan
Illustrandi causa, untuk menjelaskan
Immobilia, benda-benda tidak bergerak
Impedimenta matrimoniii dirimentia, penghalang perkawinan sehingga batal
Impedimentum, pencegah, penghalang
Impensae, ongkos-ongkos
Impenderabilia, keadaan yang tidak dapat diduga
Impossibilium nulla est obligatio, perikatan untuk melakukan kewajiban yang tidak mungkin adalah batal
Inappelabel, tidak dapat dimohon banding
In complexu, secara keseluruhan
Indemnitas, ganti rugi
In dubio, meragukan
In dubio contra fiscum, dalam hal keragu-raguan untuk beban negara
In dubio pro reo, dalam hal hal keragu-raguan untuk keuntungan terdakwa
In extenso, lengkap, tidak disingkat
Inflagranti, tertangkap basah
In foro, dalam atau untuk pengadilan
In fraudem creditorum, untuk merugikan para kreditur
In integrum restitutio, pengembalian pada keadaan semula
In natura, dalam hasil alam, tidak bentuk uang
In mora, dalam kelalaian
In optima forma, dalam bentuk terbaik
In praeteritum, kepada waktu yang lalu, berlaku surut
Inquisitio, pemeriksaan
Instrumenta sceleris, alat-alat kejahatan
In summa, setelah semua dipertimbangkan, pendeknya
In suspenso, terkatung, belum diputus
Inter ama silent leges, dalam perang tidak ada hukum
Interdictum, perintah jaksa dalam perkara milik
Inter partes, antara para pihak
Intestabilis, tidak untuk jadi saksi
In toto, sama sekali
Ipso facto, karena faktanya sendiri
Ipso jure, menurut hukum

J

Judex loci, hakim setempat yang wenang
Judex ne procedat ex officio, dimana tidak ada yang menggugat disana tidak ada hakim, hakim bersifat pasif
Judicatum, keputusan, kekuatan tetap
Judicis est jus dicatare, non dare, hakim harus mengadili, bukan membuat hukum
Juramentum, sumpah
Jura novit curia, pengadilan mengetahui hukum; para pihak tidak perlu mengemukakan peraturan hukum
Jure suo uti nemo cogitur, tidak ada orang yang diwajibkan menggunakan haknya
Jurisconsultus, sarjana/ahli hukum
Jurisdictio contentiosa, peradilan karena adanya perselisihan
Jurisdictio voluntaria, peradilan tanpa memutus sengketa. Mis. pengangkatan anak
Juris ignorantia nocet, facti non nocet, tidak mengenal hukum adalah merugikan, tidak mengenal fakta tidak.
Juris vinculum, hubungan hukum
Jus cogens, hukum pemaksa
Jus dispositivum, hukum yang menambah, hukum mengatur
Jus nonscriptum, hukum tidak tertulis
Jus poenale, hukum pidana
Jus possidendi, hak untuk menguasai
Jus puniendi, hukum acara pidana
Jus sanguinis, hak dari darah, kewargaan yang diperoleh karena keturunan
Justa causa, titel/alas hak yang sah
Justitia est fundamentum regnorum, keadilan adalah dasar dari negara-negara
Justitiabel, bersifat mencari keadilan, tunduk pada peradilan
Justus titulus, alas hak yang sah
Justus vigilantibus scriptum est, hukum ditulis oleh orang yang berjaga-jaga

K

Kalendarium, buku rekening pembayaran

L

l.a, lege artis, menurut aturan
Laesio, kerugian
Laesio enormis, kerugian besar dari penjual
Lapsus calami, salah tulis
Lapsus linguae, salah ucap
Lapsus memoriae, salah ingat
Legatarius, orang yang berhak mewaris
Leges, pungutan uang oleh negara untuk pelayanan tertentu
Leges breves sunto, ut facilius teneantur, undang-undang harus pendek
agar mudah ditaati
Legis auctoritas, wibawa undang-undang
Legis vigor, kekuatan dari undang-undang
Legitima persona standi in judicio, wewenang berbuat dalam hukum
Lex dura sed ita scripta, undang-undang adalah keras tapi ia sudah ditulis
begitu
Lex fori, hukum dari tempat tuntutan diajukan
Lex imperfecta, undang-undang melarang sesuatu tapi tidak ada sanksinya
Lex interpellat pro homine, seseorang adalah lalai karena UU, tanpa perlu
pernyataan resmi
Lex loci actus, undang undang dimana perbuatan itu dilakukan
Lex loci contractus, undang-undang dimana perjanjian dibuat
Lex neminem cogit ad impossibilia, undang-undang tidak memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin
Lex posterior, undang-undang yang kemudian dibuat
Lite pendente (litis pendentia), sengketa yang masih berlangsung
Locus regis actum, tempat dimana perbuatan menentukan hukum yang berlaku
Lucrum cessans, keuntungan yang tidak terjadi

M

M.D., medicinae doctor, dokter
m.m., mutatis mutandis, dengan perubahan-perubahan yang perlu
Malae fide possesor, pemegang milik secara itikad buruk
Mala fides, itikad buruk
Malitiis non est indulgendum, penyalahgunaan hukum tidak boleh dibiarkan, kita harus bertahan terhadap orang yang banyak berpura-pura
Manifesta non egent probatione, fakta-fakta yang dikenal umum tidak memerlukan
pembuktian
Manu militari, dengan paksaan pemerintah/alat-alat negara
Matrimonium, perkawinan
Mea culpa, kesalahan saya
Me judice, menurut pendapat saya
Melius est accipere quam facere injuriam, lebih baik mengalami ketidak adilan daripada melakukan ketidak adilan
Mensa et toro, (berpisah) meja dan tempat tidur
Minima non curat praetor, hakim tidak memperhatikan hal-hal remeh
Mirabile dictu, aneh untuk dikatakan
Mirabile lectu, aneh untuk dibaca
Miserabiles persona, orang yang patut dikasihani (mis.cacat), tidak mampu melakukan perbuatan hukum
Mobilia, benda bergerak
Mobilia ossibus inhaerent, benda bergerak melekat pada tulang-tulang; benda bergerak
mengikuti orangnya
Mobilia personam sequuntur, benda bergerak mengikuti orangnya
Modus, cara, ukuran, beban
Modus operandi, cara bertindak, prosedur
Modus procedendi, cara berperkara
Modus vivendi, cara hidup bersama
Mora, lalai
Mora ex persona, lalai oleh pemberitahuan secara resmi
Moratorium, penangguhan (pembayaran)
Mortis causa, karena kematian
Mutatis mutandis, dengan perubahan-perubahan yang perlu
Mutua petitio, tuntutan balik
Mutuus dissensus, janji untuk membatalkan perjanjian

N

n.l.,non liquet, perkaranya tidak terang
Nasciturus pro jam nato habetur, bayi yang belum dilahirkan dianggap sudah terlahir
Naturalia negotii, unsur unsur perjanjian yang menurut hukum menambah, dapat dikesampingkan para pihak
Naturalis obligatio, perikatan tanpa hak menuntut
Ne bis in idem, tidak dua kali mengenai yang sama; perkara yang sama tidak boleh disidangkan kedua kalinya
Necessitate coactus, terpaksa karena darurat
Negativa non sunt probanda, penyangkalan (terhadap lawan) yang tidak memerlukan bukti
Negotiorum gestio, pengurusan kepentingan orang lain
Negotium, perbuatan hukum

Iklan