Teknologi


Mahkamah Konstitusi Prancis menyatakan akses internet adalah hak asasi manusia (HAM).  Putusan MK Prancis ini membatalkan undang-undang yang dibuat Sarkozy April 2009.  Dalam UU itu dibentuk suatu badan judicial pengawas internet yang berwenang  memutus akses user yang mendownload setelah ada dua kali peringatan.  Kalangan industri musik dan artis ada dibalik UU.  Partai oposisi tak puas karena melihat ada pelanggaran hak konstitusi warga disini. Lantas MK Prancis tegaskan, “akses yang bebas untuk jasa komunikasi publik online” adalah bagian dari Deklarasi HAM.  Juga badan pengawas yang disebutkan dapat menelusuri aktivitas pengguna internet adalah pelanggaran hak privasi.

 

Para blogger dan pengguna net lainnya kontan bertepuk tangan untuk MK.  Buat mereka UU Sarkozy itu adalah akal-akalan dari korporat musik raksasa.

Lain dengan kita.  Kita sibuk membuat Undang-undang ITE agar orang-orang yang melanggar susila dengan media internet dihukum.    Sibuk memperdebatkan pornografi dan budaya.  Latah berteori bahwa disamping hak asasi ada namanya kewajiban asasi.

Iklan

Zaman sudah makin maju.  Lembaga formal seperti pengadilan pun ikut ambil bagian dalam situs pertemanan Twitter.  Pengadilan Tinggi di Inggris menyampaikan putusan agar diberitahukan melalui situs itu.  Masalahnya bermula dari seorang user meniru seorang  blogger bernama Donal Blaney anggota partai Konservatif Inggris.  Tak cuma nama, fotonyapun dipakai si orang usil. Donal berang dan menggugat sipemilik akun dengan nama samaran ‘blaneysbarney’ itu ke pengadilan dan minta supaya dikeluarkan putusan sela menghentikan perbuatannya.  Lalu pengadilan mengeluarkan putusan dan disampaikan melalui Twitter sehingga akan dibaca si usil ketika dia membuka akunnya.

Pengacara Blaney senang dan mengatakan putusan ini adalah langkah maju buat mencegah orang-orang yang tak bernama menyalahgunakan internet.  Orang tidak bisa sembunyi lagi dibalik nama samaran lalu melawan hukum,tegasnya.

patent flowch

patent flowch

Prosedur Permohonan Paten di Indonesia

Semalam saya menonton penjelasan Heru Lelono di SCTV. RIngkasnya dia katakan bahwa proyek padi unggulan SuperToy yang gagal tidak ada hubungannya dengan PT Sarana Harapan dimana Heru adalah Komisaris. “Kita berbaik baik saja…”, kata Heru. Tidak jelas maksudnya dengan “baik-baik”. Heru selanjutnya berputar-putar berbicara sedang para petani di Jawa Tengah yang malang harus menanggung rugi.

Proyek lucu Blue Energy katanya tidak akan dimohonkan paten dengan alasan biar jadi milik masyarakat. Terang saja tidak akan dimohonkan karena tidak akan mendapat hak paten. Blue Energy kalau diuji tidak akan memenuhi syarat substantif (inventive step dan novelty). Padahal, Presiden menaruh harapan begitu tinggi pada blue energy ini. Di Bali, di sela-sela UNFCCC, Desember 2007, Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono menyempatkan diri menyaksikan pameran blue energy.

Oleh karena penjelasan tentang blue energy yang berbahan dasar air tidak cukup memadai dan meyakinkan, Reuters menjuluki proyek blue energy sebagai ”Bali Magic Fuel”, BBM Sihir dari Bali.

Menurut Pasal 61 Undang undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman ditegaskan pihak yang sengaja tidak mengikuti tata cara pembukaan dan pengolahan lahan atau penggunaan media tumbuh tanaman; melakukan usaha budidaya tanpa izin, diancam pidana 3 tahun.  PT Sarana Indopangan (PT SI) sebagai pihak yang melepaskan benih dapat dipertanggung jawabkan. Direktur PT SI jelas punya tanggung jawab.  Komisaris Utama PT SI adalah Heru Lelono, meskipun posisi komisaris tetapi berdasarkan asas piercing the corparate veil (tanggung jawab tanggung renteng) yang dianut UU Perseroan Terbatas tahun 2007 ia dapat dipertanggung jawabkan.  Sekarang, taruhlah ini hanya dapat dipertanggung jawabkan kepada Direktur dan Heru Lelono sebagai Komisaris tidak, tetapi kalau dia pemegang saham PT SI tentu punya tanggung jawab keperdataan. Para korban yang merasa dirugikan PT SI bisa juga menggugat perdata untuk penggantian kerugian materiil dan moril berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.
Sebenarnya ketika proyek “Blue energy” nya Heru dikritik habis oleh para pakar sebaiknya Presiden harus mulai bertindak karena bagaimanapun hal itu akan membawa kerugian secara politik kepada Presiden. Presiden harus melakukan filter terhadap semua gagasan yang muluk-muluk yang tidak dikaji secara ilmiah. Biarpun itu ide dari orang kepercayaannya sekalipun. Menteri Pertanian ketika itu hendaknya memberi pandangan yang tepat. Tetapi …. mungkin, Staff khusus lebih didengarkan dari Menteri. Memang  pas namanya SuperToy, varietas unggul mainan super, .

Polisi Kanada menangkap seorang warga negara Israel bernama Tenenbaum yang tinggal di Montreal karena melakukan hacking database kartu debit perusahaan jasa keuangan. Dia bersama tiga temannya menaikkan nilai kartu debit sehingga bisa membobol USD 1.8 juta.
Sekarang sang hacker sedang diperiksa intensif oleh polisi Kanada untuk memastikan apakah dia orang yang sama dengan Ehud Tenenbaum alias “The Analyzer” yang bikin gempar 10 tahun lalu karena membobol komputer Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Setelah ditangkap di Montreal dia dibawa ke Calgary Selasa lalu.(sumber http://www.haaretz.com)

Tennnbaum The Analyzer

Karena masalah Tibet, pemerintah Cina memblokir iTunes. Demikian diberitakan Ascociated Press hari Jumat (22/8). Pemerintah mungkin akan menutup akses buat album Tibet tersebut.

Pelanggan musik onlinenya iTunes dari Apple Inc. tidak bisa lagi men download lagu-lagu dalam minggu ini. Beijing sedang mencoba menutup akses ke album bertemakan Tibet itu. Orang mengeluh karena sejak Senin lalu tidak bisa mendownload musik, sehari sesudah Yayasan Perdamaian mengumumkan rilis album “Songs for Tibet” yang musiknya digarap Sting, Alanis Morisette, Garbage dll. Ada juga diselipkan percakapan dengan tokoh Tibet Dalai Lama yang berada di pengasingan. Direktur eksekutip iTunes di New york, Michael Wohl yakin bahwa pemblokiran itu disebabkan album yang dirilis, meski tidak punya bukti.

iTunes

iTunes

Setelah kami umumkan ada 40 atlit olimpiade men download album tersebut sebagai penggalangan solidaritas, lalu di blokir, kata Wohl. Beijing mendorong penggunaan internet untuk pendidikan tetapi sambil berusaha memblokir situs asing yang dijalankan oleh pembangkang, aktivis HAM dan Tibet.
Kementerian Industri dan TI yang mengurus internet tidak memberikan tanggapan. Jurubicara dari Kementerian Keamanan Masyarakat pun mengatakan tidak mendapat informasi mengenai hal itu. Apple yang berkedudukan di California mengakui pelanggannya kecewa. “Kami mengamati persoalan log-on itu tapi sementara ini belum bisa berikan komentar.”, kata Huang Yuna, jurubicara Apple di Beijing. Dia mengelak ketika ditanyakan berapa orang pelanggan yang terkena.

Seorang menulis dalam macfans.com.cn, situs pengguna Apple berbahasa Cina, “Melakukan suspen kepada iTunes adalah hukuman buat iTunes tapi tidak akan menyakitinya.” Dijelaskan Wohl, kebanyakan atlet memperoleh album sebelum ke Cina, sebagian lagi men download di Cina. Ini yang bikin gusar pemerintah. Wohl menolak memberikan identitas para atlet tersebut karena tidak mau bermasalah dengan pemerintah Cina dan komite olimpiade.

Cina adalah pengguna internet terbesar mencapai 253 juta orang, sedang Amerika 223 juta orang. Apple tidak memiliki layanan iTunes berbasis di Cina. Pengguna harus log on ke situs Amerika atau market lain. Di sisi lain iPod player musik digital sangat populer di Cina.

Pengadilan Banding Federal Circuit di Washington Rabu (13 Agustus) mengeluarkan suatu putusan penting. Pengadilan tersebut menyetakan software developer yang sudah melepaskan programming code nya boleh menggugat atas dasar pelanggaran hak cipta kalau seseorang menyalahgunakan nya. Demikian dilaporkan Associated Press kemarin (15/8).

Putusan ini menyingkirkan wilayah yang selama ini abu-abu. Pertanyaan selama ini seberapa jauh programmer mengontrol dapat menguasai HAKI nya sejak karyanya itu dilepas secara gratis ke komunitas software “open source”. Orang boleh bebas memakai material tersebut dalam produknya, kata pengadilan banding, tetapi ia harus menuliskan pencipta kode program. Kemudian selanjutnya modifikasinya dapat dilepas ke masyarakat. Karena code tersebut sudah digratiskan maka muncul pertanyaan bagaimana kalau suatu pelanggaran ditemukan dan dia menggunakanya untuk mencari profit dari produknya tanpa mencantumkan dan mengumumkan perubahan yang dilakukan.

Dalam kasus sebelumnya seorang programmer penggemar model kereta api menggunakan program buat chip yang mengontrol keretanya. Dalam kasus ini Pengadilan Distrik San Francisco memutuskan Penggugat dapat menuntut atas dasar wanprestasi tapi bukan pelanggaran hak cipta. Pembedaan ini penting karena jauh lebih mudah proses penuntutan ganti kerugian dalam perkara hak cipta ketimbang wanprestasi.

Sedang dalam kasus barusan yang disebut diatas, Robert Jacobsen seorang pengelola grup software open source yang menciptakan suatu aplikasi memohon pengadilan menghukum KAM Industries yang membuat produk saingan. Pengadilan distrik menolak Jacobsen tapi kemudian pengadilan banding membatalkan dan meminta perkaranya diperiksa kembali oleh pengadilan distrik. Kata Pengadilan banding Federal itu, “Secara tradisional, pemegang hak cipta menjual karyanya dengan imbalan uang, tetapi tiadanya unsure uang dalam peralihan lisensi open source tidak bisa dianggap tidak ada pertimbangan ekonomi.”

Laman Berikutnya »