Pendidikan


detikNews : Wakil Ketua MPR: SD Tidak Perlu Lagi Ujian Nasional | Diigo.

Iklan
Para guru, orang tua dan murid dan seluruh rakyat yang terlanjur bersuka-ria merayakan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan penyelenggaraan Ujian Nasional harap urut dada.  Pasalnya dalam keterangan pers Kamis (26/11) di gedung A Depdiknas, Muh.Nuh menegaskan Ujian Nasional tetap dipentaskan tahun depan.

Sebab menteri kita menganut slogan ‘maju terus pantang mundur‘.  Alasan M.Nuh apa? Begini kawan.  Dia mau ajukan Peninjauan Kembali (PK) dan katanya salinan putusan resmi belum diterima.   Dalam UU Mahkamah Agung dibilang PK tidak menghalangi eksekusi.  Artinya kalau MA sudah memutus tingkat kasasi maka itulah putusan terakhir.  PK bukan upaya hukum biasa tapi upaya luar biasa.  Luarbiasanya maksudnya kalau bukti yang anyar (baru ketemu kemaren) atawa putusan kasasi salah fatal.  Dan sekali lagi, ini tak bisa menunda pelaksanaan putusan kasasi.  ALasan kedua M.Nuh yang belum terima putusan itu karena memang pemberitahuan putusan dalam praktek di negeri kita cukup memakan waktu.  Dari Jl.Medan Merdeka Utara ke Jl.Sudirman kadang-kadang bisa memakan setahun.  Bisa lebih. Tidak aneh karena klerk M.A gemar menginap di beberapa bulan di perjalanan.  Aneh tapi nyata di zaman digital.  Maksud Mendiknas kalau belum diterimanya maka putusan itu belum ada secara sah.  Alasan belum dikasih tahu itu juga sering dipakai oleh pengacara koruptor agar bisa ada waktu persiapan kliennya untuk kabur ke Mongolia.

Kalau UN jalan lagi maka pentas Densus 88 menangkapi guru yang nyolong soal akan kita saksikan tahun depan.  Juga maraknya tetap ‘bim-bel’ yang menjadi menu utama diluar sekolah.  Anak stress dan hilang ceria kanak-kanak.  Meningkatnya semangat gotong royong guru dan murid untuk menggarap soal UN bersama-sama.  Berikutnya, murid dilatih huruf a, b, c, d dan bukan memecahkan masalah hidup dan kehidupan.   Menteri bermaksud baik apalagi katanya di Belanda juga ada U.N sedangkan saudagar Belanda menemukan kita tahun 1600 masih belum kenal huruf.

Kenapa M.Nuh nekad U.N? Tentu bukan karena supaya ada anggaran UN yang harus dihabiskan.  Tentulah pemerintah bermaksud baik, dan murid, guru, orangtua yang harus berkorban demi negara dan bangsa.

Share this

Bookmark and Share