• “Faktanya tidak bisa ditutup-tutupi: di negara-negara Islam, warga asing dan berbagai kelompok minoritas agama dan suku bangsa, nyaris tidak punya hak apa pun. Di hampir semua negara Islam mereka menjadi sasaran diskriminasi. Dan hal ini tampaknya diterima oleh (hampir) semua orang. Seolah sesuatu hal yang normal. Misalnya, nasib para buruh di negara-negara teluk. Keadaannya mendekati sistem perbudakan. Mereka praktis tidak punya status hukum. Apalagi dalam hal-hal yang menyangkut hak budaya dan agama mereka. Di seluruh semenanjung Arab, hanya ada satu gereja: persisnya di Qatar. Dan negeri kecil ini memang terkenal, sering bikin jengkel tetangga raksasa mereka, Arab Saudi.”

  • Penghinaan Saat ini Geert Wilders harus mempertangung-jawabkan berbagai pernyataannya mengenai Islam di muka pengadilan. Fakta bahwa sejumlah kecil kaum pendatang dan beberapa orang Belanda asli mampu menyeret seorang politikus berpengaruh ke pengadilan, sudah merupakan bukti gamblang. Ini gambaran kekuasaan hukum.

    Bagi orang-orang berlatar belakang Islam, tidak mudah untuk membiarkan begitu saja berbagai pernyataan provokatif Geert Wilders tentang Islam. Namun, pada hakekatnya, itu semua hanya penghinaan ordiner. Tidak lebih, dan tidak kurang.

  • Di sini (belanda -red), kita menjadi bagian dari suatu masyarakat, yang berdasar pada prinsip, semua orang, tanpa membedakan asal-usul, atau keyakinan, punya hak sama. Semua orang punya hak yang sama dalam urusan menerapkan keyakinan atau budaya mereka. Dan kita harus menindak-lanjuti pandangan seperti itu, juga di negeri asal kita sendiri.

  •  

       

Iklan