Jerman

UU Perlindungan Merek (Gesetz der Markenschutz) diundangkan November 1874 adalah UU merek Jerman yang pertama. Disini belum ada sistem eksaminasi substantif.  Kemudian sistem tersebut baru berlaku tahun 1894 dengan UU Perlindungan Merek (Gesetz zum Schutz der Warenbezeichungen) .  Tahun 1936 diadakan lagi perubahan dalam bentuk hukum merek moderen (Warenzeichengesetz) tetapi belum ada syarat publikasi setelah pendaftaran. Merek hanya bisa didaftar kalau tidak ada keberatan dari pemilik pendaftaran yang lebih dulu dengan menerima pemberitahuan tentang permohonan dimaksud dari Kantor Paten.  Kemudian tahun 1957 barulah diterapkan syarat publikasi.  Perubahan besar terjadi lagi tahun 1967 dengan memberlakukan sistem eksaminasi berdasarkan pemakaian (usebased). Merek terdaftar yang tidak dipakai selama lebih dari 5 tahun akan dihapus. Merek Jasa diperkenalkan tahun 1979.  Lalu dengan unifikasi Jerman tahun 1990 dikeluarkan UU Perluasan HKI tahun 1992.

Sebelum perubahan tahun 1995, Jerman berbeda dengan Jepang dimana kalau pendaftar yang mengajukan pertama tidak keberatan maka pendaftar berikutnya juga akan diterima.Ini menimlbulkan pendaftaran ganda.  Perbedaan lain, Jerman menerapkan sistem oposisi dimana berlangsung eksaminasi untuk menetapkan apakah merek pemohon mempunyai persamaan dengan merek terdaftar. Ini dilakukan hanya kalau ada keberatan atas publikasi.

UU Merek 1995 adalah perubahan besar. Jumlah pasalnyapun bertambah sampai 164.  UU Jerman sekarang menggabungkan berbagai konsep, misalnya, membolehkan peralihan hak merek, perluasan materi untuk pendaftaran dan sistem oposisi pasca pendaftaran. Setelah 1995 Jerman membolehkan oposisi setelah suatu merek sudah didaftar.  Ini berbeda dengan Jepang.  Jerman awal mengadopsi sistem pendaftaran, sistem eksaminasi, syarat publikasi untuk permohonan.  UU Merek Jepang sangat dipengaruhi oleh Inggeris dan Jerman.

Lagipula Jerman mengatur tentang perlindungan terhadap bentuk dan indikasi terkenal (Austattung). Ini sama dengan perlindungan dalam Unfair Competition Prevention Law nya Jepang.  Di Jerman, bentuk permukaan (shape) dilindungi oleh
2 UU Trademark Law and the Unfair Competition Prevention Law (German Unfair Competition Prevention Law, art. 25; Trademark Law, art. 3).

Amerika Serikat

Awalnya Amerika sangat dipengaruhi Inggeris. Ada banyak jalan tersedia untuk mencari perlindungan merek.  Pengadilan negara bagian  memeriksa berdasarkan pendaftaran di negara bagian dan common law  sedangkan pengadilan federal memeriksa pendaftaran merek federal.  Merek-merek perusahaan Jepang pada umumnya didaftarkan di tingkat federal.
UU Merek Federal diundangkan pada Juli 1870 merupakan UU federal pertama untuk melindungi merek.  Tetapi Mahkamah Agung AS menyatakan UU ini tidak konstitusional karena bertentangan dengan ketentuan paten dalam Konstitusi. Tahun 1881 UU Merek diundangkan terutama untuk merek yang digunakan dalam perdagangan antar negara bagian (termasuk dengan orang Indian) berdasarkan klausula dalam Konstitusi.  Sayangnya UU ini tidak mampu mengakomodasikan perkembangan ekonomi sehingga dirubah pada tahun 1905.

UU Merek AS menjadi sejajar dengan Inggeris dan Jerman dengan diundangkannya Lanham Act bulan Juli 1946.  Nama Lanham adalah nama seorang anggota kongres yang mendedikasikan dirinya untuk lahirnya UU tersebut. Lanham Act sama seperti UU Merek Inggeris karena mengadopsi asas berdasarkan pemakaian (usebased principle) Tetapi disini lebih ditekankan penggunaan merek melebihi yang dianut di Inggeris pada awalnya.  Tidak hanya keinginan untuk memakai merek (intention to use) tapi juga pemakaian aktual agar merek itu didaftar. Penekanan ini kemudian dihapus untuk menjawab perubahan yang terjadi secara internasional.

Untuk menjawab tekanan internasional AS menerbitkan amandemen UU baru pada bulan November 1988.  UU ini masih menganut  syarat pemakaian merek meski keinginan untuk memakai sudah cukup untuk pendaftaran.  Bedanya dengan Inggeris karena ada perlindungan merek negara bagian dan common law disamping ada hukum merek federal.

Lanham Act menerima prinsip eksaminasi termasuk syarat publikasi untuk permohonan. Lanham Act adalah UU AS pertama yang mengatur merek jasa.

sebelumnya <<

Iklan