Banyak orang yang mengidentikkan nama Tanjung Priok dengan Mbah Priok. Banyak yang mengatakan nama Priok itu dari kata periuk peninggalan sang habib yang meninggal dunia. Tapi ada cerita lain soal asal muasal kata Priok itu.

“Kata Priok berasal dari peninggalan Aki Tirem, seorang penghulu atau kepala desa dan pembuat periuk di kawasan Warakas,” kata sejarawan Betawi, JJ Rizal, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Dia menjelaskan, Aki Tirem memiliki jejak dan sejarah panjang di kawasan Jakarta Utara. Sebagai contoh, di kawasan Warakas masih ada sungai kecil yang sekarang disebut Kali Tirem.

“Kali Tirem itu peninggalan dia. Diambil dari namanya,” ujar Rizal.

Aki Tirem tinggal di sana sejak sekitar abad ke 2 Masehi. Periuk buatannya sangat terkenal. “Bahkan bajak laut sampai menyerang tempat Aki Tirem,” terang lulusan UI ini.

Dulu tempat tinggal Aki Tirem belum disebut Warakas, melainkan Tanjung. Dan karena kehandalannya membuat periuk, kawasan tempat tinggal Aki Tirem disebut sebagai Tanjung Periuk lalu berubah menjadi Tanjung Priok.

Sedang terkait nama Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad, Rizal menjelaskan, kisahnya baru bermula pada abad ke-17. Mbah Priok kala itu  diketahui terdampar dan meninggal di sekitar kawasan Tanjung Priok dengan hanya meninggalkan dayung dan periuk nasi.

“Dalam sejarah Betawi, makam Mbah Priok sebenarnya tidak begitu terkenal. Yang lebih memiliki akar Betawi yakni makam di Luar Batang, Kramat Groak Condet, atau makam Si Pitung,” tambahnya.

Namun bagaimanapun makam Mbah Priok sudah menjadi mitos dan legenda di masyarakat. “Pemerintah harus menghormati tradisi yang ada di sana,” tutupnya.

(detiknews.com 15/04/2010)

Iklan