Wiliardi Wizard saksi yang dihadapkan jaksa seharusnya menguatkan dakwaan tetapi malah berbalik membantah.  Yang mengejutkan sidang kemarin Rabu 10 November bertepatan hari pahlawan, Wiliardi terang-terangan mengaku ditekan mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko, Mantan Ka Biro Ops Polda Metro Brigjen Pol Irawan Dahlan dan Dir Krimum Polda Metro Kombes M.Iriawan agar mengarang cerita alam BAP untuk menjerat Antasari (mantan Ketua KPK). Semua terkuak sekarang.  Semua dikondisikan dan direkayasa penyidik.  Para terdakwa rame-rame mencabut BAP karang-karangan, BAP akal bulus.
1. Daniel Daen Sabon, terdakwa eksekutor mengaku disiksa polisi dengan kepala dibawah kaki diatas.  Mencabut BAP di persidangan.

2. Wiliardi Wizard dirayu untuk mengatakan Antasari menyerahkan amplop berisi foto target (korban Nasrudin) sehingga Antasari dijerat pasal pembunuhan berencana. Irjen pol Hadiatmoko mengatakan ini dari pimpinan Polri, berarti tak lain dari Kapolri, kata Wiliardi.  BAP ini dicabut Wiliardi di persidangan kemarin.

3. Ari Muladi dalam kasus Bibit – Chandra mencabut BAP 15 Juli 2009 dan membuat konferensi pers yang mengatakan hanya menyampaikan uang Anggodo kepada Julianto, bukan kepada Bibi – Chandra. BAP yang dicabut ini dipakai menjerat Bibit – Chandra.

4. Antasari disuruh polisi membuat testimoni, yang ternyata berasal dari testimoni Anggoro, tanpa pernah Antasari mengetahui persis penyerahan uang ke Bibit- Chandra.

Apakah semua perkembangan diatas tidak cukup untuk membuat Kapolri mundur ?  Apakah Kapolri masih bisa berdalih itu bukan alat bukti menurut KUHAP? Apakah ini bukan kriminalisasi KPK dan pengerdilan KPK?

Sistem penegakan hukum kita dalam keadaan darurat. SOS. Sakit berat. Perlu Ambulans segera.

Iklan