Nama Marsillam Simanjuntak  tiba-tiba menyodok bursa calon Plt Pimpinan KPK, setelah TIM dibentuk SBY.  Nama ini agaknya sengaja dilempar dulu ke pers oleh Adnan Buyung salah satu anggota Tim penyaring calon. Bukan pertama ini nama Marsillam muncul untuk memimpin lembaga yang sempat didambakan untuk memberantas virus korupsi yang meranggas negeri ini.  Pernah mencalonkan diri  tahun 2003 dan mendapat ranking tertinggi dalam penyaringan sebelum ke DPR, tapi akhirnya tidak lolos entah kenapa. Terpilih Taufiqurahman Ruki dkk.

Kita tahu kemudian setelah Ruki, komisi ini dikomandani oleh Antasari Azhar yang sekarang malah meringkuk dalam tahanan karena tuduhan pembunuhan berencana.  Lalu, anggota komisi yang lain, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto diperiksa sebagai tersangka oleh Polri dalam tuduhan kasus yang belum jelas dan berubah-ubah.  Kadang polisi mengatakan kedua orang ini menyalahgunakan wewenang menyadap, lain waktu katanya karena mencabut pencekalan bos Mulia Group Joko Tjandra.

Pembahasan RUU KPK yang mulur mungkret, gagasan mengurangi wewenang penuntutan,  pengurangan jumlah hakim ad-hock pengadilan Tipikor dan dakwaan dan sangkaan pidana kepada tiga pimpinan KPK memperberat dugaan ada tangan-tangan kekuasaan tersembunyi yang mempreteli KPK.   Ditambah lagi Kabareskrim Susno Duaji yang didesas-desuskan kongkalikong untuk mencairkan dana nasabah tertentu Bank Century, dan berusaha melumpuhkan KPK, sebelum dipanggil.

Apakah masyarakat masih bisa optimis untuk pemberantasan korupsi dalam kondisi semacam ini?  Marsillam konon disandingkan dengan 2 calon lain Amin Sunaryadi dan Arief Surowidjojo. (Teten Masduki dari ICW yang juga disebut-sebut agaknya tidak bersedia masuk bursa, tidak tahu entah kenapa.)   Marsillam yang paling mungkin dibanding 2 lainnya itu. Kenapa ? Amin, walaupun pernah di KPK dan konon bersih tapi dibanding Marsillam, pengalaman dan nyali nya beda.  Marsillam, pionir reformasi sudah malang melintang dengan gerakan demokrasi bersama Gus Dur pada zaman Soeharto.  Arief, saya tidak tahu kok bisa nama ini masuk bursa. Arief tidak ada track record anti korupsi, malah dikalangan pengacara dikenal sebagai corporate lawyer (bukan bidang pidana) yang melayani kebutuhan bisnis korporat-korporat besar. Apakah nanti tidak timbul masalah benturan kepentingan?   Atau, jangan-jangan Arief dan Amin sengaja disandingkan dengan Marsillam yang bukan pantarannya, maksudnya supaya jelas arahnya ke Marsillam.

Kalaupun Marsillam reformis bernyali naga yang pernah dituding merancang pembubaran Golkar ini terpilih menjadi Ketua, lalu apa yang bisa dilakukan dengan Century-gate? (bahkan ada yang menghubungkan Century dengan biaya kampanye pilpres)
Dan yang paling repot, bagaimana kalau Chandra dan Bibit dalam proses peradilannya ternyata tidak bersalah dan dilepas dari tuntutan atau dibebaskan?  Ini semua jadi tanda tanya.  Untuk saya dan untuk anda..

Reblog this post [with Zemanta]

Technorati Tags: , ,

Iklan