Moh.Assegaf advokat terkenal kena semprit wasit dari organisasi advokat Peradi karena melanggar Kode Etik. Juga rekannya Wirawan Adnan, yang dikenal sering bergabung dalam Tim Pembela Muslim melakukan perbuatan yang sama.  Keduanya dinilai tidak patut mendatangani Kepala BIN (Badan Intelijen Nasional) dalam rangka pembelaannya atas kliennya yang dituduh membunuh Munir. Sanksi yang dijatuhkan Dewan Kehormatan Peradi berupa larangan berpraktek selama 3 bulan dan membayar biaya sejumlah Rp 7 juta.  Putusan yang dijatuhkan tanggal 3 Maret 2009 ini sudah final karena tidak ada lagi upaya lain bagi mereka. Pengaduan ini berawal Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) yang merasa dizalimi dengan cara pembelaan Assegaf dan Munir yang dirasakan berlebihan.  KASUM cukup puas atas putusan Peradi tersebut.
Memang sewajarnya advokat tidak boleh terlalu bersemangat dalam membela kliennya sehingga merugikan kepentingan hukum dan keadilan serta lupa pada rambu-rambu bagi profesional. Gaya bebas semacam ini harus segera ditinggalkan untuk menjaga martabat profesi advokat.  Assegaf dan Wirawan Adnan sebaiknya mematuhi putusan itu agar masyarakat menilai mereka adalah orang yang taat pada peraturan.  Kalau tidak mengindahkannya maka kepercayaan masyarakat makin rontok kepada keduanya.

Iklan