Ketika membacakan pembelaannya yang diberi judul “Perjuangan menentang Tirani Minoritas” pada sidang Senin 20/10 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Munarman lagi-lagi menunjukkan komedi yang tidak lucu. Dia menuduh AKKBB telah memojokkan dirinya.  Katanya lagi, AKKBB menggunakan SDMnya dari kekuasaan di bidang media, politik dan ekonomi.  AKKBB hanya terdiri dari segelintir manusia, jadinya minoritas, tapi berkuasa..

Kalau akal budi tidak dipakai, memang bahasa menjadi ngawur. Begitulah Munarman ini.  Dia sebenarnya sungguh-sungguh membuat pembelaan diri tetapi, akalnya sudah tidak sehat, sehingga semua dunia dibuatnya jungkir balik.  A menjadi B, B menjadi C. Karena tidak nalar, akhirnya orang berakal sehat yang mendengar melihat Munarman sebagai komedian, tapi celakanya komedi tidak lucu.

Tidak jauh berbeda dengan komedinya Habib Riziq yang sangat lantang dalam persidangan mencecar saksi (penyidik Polda), seolah Habib adalah penyidik di persidangan beberapa waktu lalu. Yang ini, … ini baru lucu…, hakim yang memimpin persidangan juga tidak menegur Habib ketika itu tapi cenderung membiarkan saja Habib menjalankan aksinya di sidang.

Iklan