Heboh soal anak 4 bulan dipangkuan Bristol Palin (17th), putri cantik dari Sarah Palin kandidat wapres AS pilihan John Mc Cain bergulir ke dunia advokat. John Mc Cain disebut kecolongan, tidak secara cermat menelisik latar belakang Sarah Palin dan keluarganya. Didesas desuskan Todd Palin suami Sarah pernah urusan sama polisi. Kenapa bisa tidak tahu sebelumnya. Dikabarkan bahwa O’Melveny & Myers, kantor advokat (law firm) papan atas dengan 1000 lawyer, yang dibayar Mc Cain untuk melakukan fit and proper test ke Alaska sebelum mengambil putusan memilih Sarah telah lalai tidak mengikuti prosedur investigasi lawyer secara benar (vetting process).Proses vetting untuk kandidat wapres bukan ranah tugas FBI. FBI hanya menginvestigasi orang untuk jabatan federal lain seperti hakim atau calon menteri kabinet.Proses penyelidikan ini mestinya perlu waktu paling tidak beberapa minggu. Tim proses vetting biasanya terdiri dari 6 sampai 10 lawyer. Pertama dicari semua dokumen kandidat yang berkaitan dengan pengadilan lalu pembayaran pajak yang bersangkutan. Selanjutnya wawancara rahasia dengan anggota keluarga atau rekan kerja, dan ke masyarakat, dll. Kantor O’Melveny yang pernah dipimpin Warren Christopher sebelum jadi Menlu tahun 1993, sebenarnya sudah berpengalaman untuk urusan investigasi ini. Al Gore, wapresnya Bill Clinton juga sudah mengalami proses vetting O’Melveny.

Pertanyaan sekarang kenapa law firm yang sudah punya reputasi seperti O’Melveny bisa teledor dan kecolongan untuk urusan penting itu. Atau … Mc Cain sudah tahu tapi ada melihat point yang lebih penting dari Sarah. Dan sekarang memakai isue ini justru untuk menjadi senjata memukul kubu Obama. Kalau kubu Obama terlalu keras menekan soal anak luar nikah, publik Amerika bisa juga melihat keluarga ini. sebagai korban. Bagaimanapun si kecil adalah bayi manis tak berdosa dipangkuan ibu muda lugu putri dari Gubernur Alaska seorang ibu pejuang dari daerah tertinggal di utara Amerika. Sekarang jadi korban permainan pers. Semuanya bisa mungkin menjadi akrobat politik ditangan para ahli media dan komunikasi masa kedua kubu.

Iklan