Selasa Sore 26/8 ratusan Satpol PP menyerbu kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).-Kompas 27/8.
Pengrusakan dilakukan oleh satpol PP DKI, suatu institusi pemerintah. Jadi pengrusakan, kekerasan, brutalisme bukan lagi monopoli preman, atau ormas radikal. Pemerintah DKI juga tidak mau ketinggalan.
Fauzi Bowo selaku gubernur DKI harus dipertanggung jawabkan karena aparat dibawahnya secara beramai-ramai melakukan pengrusakan tanpa dasar hukum, kecuali karena emosi menghadapi mahasiswa. Tidak pantas lagi Gubernur berdalih bahwa ini perbuatan “oknum”. Istilah “oknum” tidak cocok dipergunakan untuk perbuatan yang dilakukan oleh seratus orang dari satu institusi. Pastilah Fauzi Bowo tidak memerintahkan itu, tapi kejadian buruk ini membuktikan ketidakmampuannya membina mental dan moral premanisme yang tumbuh subur di satuan polisi pamong praja. Polisi juga segera harus bertindak karena pengrusakan adalah perbuatan pidana, apapun alasannya.

Iklan