Information Week memberitakan, minggu lalu Google digugat karena pelanggaran paten dengan AdSense nya oleh Web Tracking Solutions dan Daniel Wexler. Alasannya jasa AdSense Google telah melanggar paten milik Wexler yang berjudul “Third-party on-line accounting system and method therefor”. Pelanggaran terjadi karena Google memberikan informasi akunting untuk pemuat iklan Internet. Wexler sudah memohonkan patennya ke kantor Paten A.S sejak 11 Oktober 1996 dan memperoleh haknya 28 September 1999. Paten Wexler memberi cara menyediakan informasi akunting dan statistik secara on-line atas iklan yang dilayani pihak ketiga – misalnya Google – ke suatu situs web atas nama pemasang iklan.

Dengan gugatan ini maka Google sudah empat kali digugat pelanggaran paten sepanjang tahun 2008. Sedang tahun sebelumnya ada 13 gugatan. Dalam satu blognya, Google menyatakan, ia dan perusahaan teknologi lainnya harus mengeluarkan banyak biaya untuk menghadapi gugatan paten yang dibuat-buat hanya karena mengharapkan keuntungan. Untung menghidari hal semacam ini sebaiknya diperluas pengertian inovasi software yang dapat dipatenkan. Ini dapat menolong perusahaan teknologi yang digugat.

Agaknya belakangan Kantor Paten A.S punya pandangan bahwa secara umum invensi berupa proses tidak dapat dipatenkan kecuali hal itu ”berakibat pada transformasi fisik suatu benda atau terkait pada suatu mesin tertentu.” Pandangan ini bisa menghapus beberapa patennya Google tapi di lain pihak akan menolong Google dari gugatan-gugatan seperti Wexler.

Iklan