detikNews : Wakil Ketua MPR: SD Tidak Perlu Lagi Ujian Nasional | Diigo.
18, Juni, 2011
detikNews : Wakil Ketua MPR: SD Tidak Perlu Lagi Ujian Nasional | Diigo
Posted by Kelzen under PendidikanLeave a Comment
13, November, 2010
Jabat Tangan Tifatul Menuai Protes Musisi
Posted by Kelzen under Islam, luar negeri | Tag: jabat tangan, michelle, obama, tifatul |Leave a Comment
-
Jabat Tangan Tifatul Menuai Protes Musisi – artis.inilah.com – Annotated
-
. “Saya mencoba untuk mencegah (disentuh), tapi Mrs Michelle tangannya terlalu jauh ke arahku (jadi) kita bersentuhan,” kata Menteri Informasi Tifatul
-
Tifatul Sembiring disebut juga berbagi antusiasme menyambut Obama. Dia tersenyum lebar sambil menjabat tangan Presiden, dan kedua tangannya memegang Michelle Obama. Tapi kemudian ia mengatakan terpaksa melakukan kontak fisik tersebut.
-
Bintang porno asal Norwegia, Vicky Vette, rupanya mengikuti perkembangan berita seputar jabat tangan antara Tifatul Sembiring dengan Michelle Obama yang terkesan kontroversial baru-baru ini.
Vicky menulis pesan dalam akun Twitter tadi malam, “@tifsembiring Come to the USA and shake anything you want
” Vicky juga menulis bahwa Tifatul dapat menyentuhnya kapan pun ia mau di depan umum.
“Hmmm, saya ingin menjadi orang yang ‘berguna’ juga bagi Menteri Komunikasi Indonesia!” tambah Vicky. -
“Agak narsis! Tifatul jarang banget minta maaf secara resmi kalo dia salah. Dia cuma minta maaf via twitter saja, yang sama sekali tidak tergolong resmi. Setiap nge-tweet dia dihujat. Untuk sekelas Menteri seharusnya bilang saja kejadian itu merupakan unsur ketidaksengajaan,” ungkap Djinot, frontman band The Kawans.
-
“Presiden kalau memang orangnya aware mestinya milih-milih untuk orang yang akan bertemu dengan tamu negara. Tidak usahlah hal-hal kayak begitu terjadi. Itu tamu negara lho, memang istrinya Obama haram ya?” umpat Farid, frontman band Killed By Butterfly.
-
“Kalau saya menjadi Tifatul, pasti sudah saya ‘sikat’ tuh si Vicky Vette. Tetapi saya akan ‘bermain bersih’ dan jangan sampai ketahuan masyarakat,” terang Sadat, gitaris Komunal.
-
13, November, 2010
Tempointeraktif.Com – Mahfud Md: Saya Ingin Memberi Dua Pelajaran
Posted by Kelzen under Tata NegaraLeave a Comment
-
Tempointeraktif.Com – Mahfud Md: Saya Ingin Memberi Dua Pelajaran – Annotated
-
Sampai sekarang pun saya masih yakin 100 persen. Saya setiap hari bersama mereka. Saya tahu kasus per kasus. Suasana kejiwaan dan moralitas itu kan bisa dikenali karena tiap hari sudah bersama.
Saya itu sudah sejak Agustus 2008. Saya selalu menyelidiki apa mungkin ada orang main perkara di sini, apakah itu pejabat lain atau hakim. Dua tahun saya cari, tidak ada.
-
Karena dia yang tahu. Dan ini sekaligus pembelajaran kepada rakyat dan bangsa ini. Bahwa siapa yang menuduh harus bertanggung jawab. Selama ini kan lembaga negara ini diperlakukan sewenang-wenang oleh teman-teman dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Dituduh lalu kalau tidak terbukti cuma ketawa-ketawa. Nah sekarang kalau menuduh, harus bisa membuktikan.
-
Kepada MK, Rafely tidak menunjuk nama hakim yang diduga memeras itu?
Tidak ada. Makanya dia diminta diberi waktu 1 bulan. Tak usahlah bukti yang kongkrit. Tunjukkan bahwa ada orang yang dia lihat itu. Nanti kami yang menyelesaikan. Nah itu, dia menunjuk orang saja tidak mau. -
Bapak yakin hakim 100 persen tidak terlibat praktek suap menyuap. Bagaimana dengan panitera?
Saya rasa MK, pejabat di sini tidak adalah. Tapi mungkin ada anak-anak itu diberi uang saat seseorang mendaftarkan berkas. Itu mungkin. Tapi ini kan kecil. Tapi ini tuduhanya kan hakim.
-
12, November, 2010
Madeleine Albright: Islam and the West: Reaching Intercultural Understanding
Posted by Kelzen under IslamLeave a Comment
-
Madeleine Albright: Islam and the West: Reaching Intercultural Understanding – Annotated
-
-
We must emphasize the firm connection that exists between democratic and Islamic values while also heeding the lesson of Iraq, which is that democracy must find its roots internally. Neither Islam nor any other religious faith should be used to justify despotism or to validate the suppression of civil society.First, we must be willing to conduct an honest self-examination that does not gloss over differences or duck hard issues. Superficial courtesy is easy, but the path to agreement on the application of moral principles is arduous. A dialogue that matters will examine, among other topics, the legacy of imperialism, women’s rights, freedom of worship, the criteria for just war, educational standards, and the appropriate relationship between religious and civil law.
